Kodify Logo

Mengenal IDE Antigravity IDE dari Google, Era ngoding yang berbeda dimulai

Prasetya Hadi Saputra

Prasetya Hadi Saputra

Penulis

Bagikan:
Mengenal IDE Antigravity IDE dari Google, Era ngoding yang berbeda dimulai

Dunia ngoding lagi masuk fase baru. Kalau dulu IDE cuma bantu soal autocomplete, highlight error, atau debugging, sekarang Google datang dengan sesuatu yang lebih “gila” dari itu: Antigravity IDE. Ini bukan sekadar editor, tapi cara baru untuk membangun software bareng agent AI.


Apasih IDE Antigravity itu ? #

Simpelnya begini: Antigravity adalah IDE yang punya otak AI. Bukan cuma bantu nulis kode, tapi juga bisa:

  • nerima tugas
  • ngerencanain langkah kerja
  • nulis kode
  • testing
  • debugging
  • sampai bikin dokumentasi


Advertisement

Kalau IDE biasa cuma alat, Antigravity terasa lebih kayak teman kerja gilaa gasih haha.


Cara kerja yang beda: Agent-first development #


Konsep yang dibawa Antigravity disebut agent-first development. Maksudnya, developer nggak lagi perlu ngasih instruksi super detail. Cukup kasih tugas tingkat tinggi, contohnya:

Advertisement
Tambahkan auth pake JWT di backend.


AI di dalamnya bakal:

  1. mikir dulu apa yang perlu dilakukan.
  2. ngedit file yang diperlukan.
  3. testing.
  4. laporan hasilnya.

Kita tetap pegang kendali, tapi pekerjaan kasarnya AI yang urus.


Advertisement

Dua tampilan utama Antigravity #


Supaya cara kerjanya nyaman, Google bikin dua mode tampilan:


1. Editor View

Advertisement

Mirip VS Code, tapi dengan AI yang:

✔ paham struktur proyek

✔ bisa ngejelasin perubahan yang dia buat

✔ nggak cuma bantu baris per baris

Advertisement


2. Manager View

Nah ini yang unik.

Di sini kita bisa nge-manage beberapa agent sekaligus, misalnya:

Advertisement
  • agent untuk testing
  • agent untuk dokumentasi
  • agent untuk coding
  • agent untuk build

Mirip punya tim kecil yang bisa disuruh-suruh.


Transparan lewat “Artifacts” #


Salah satu masalah AI di coding itu kurang transparan. Antigravity nyelesain ini pakai sistem Artifacts, semacam log atau bukti kerja AI. Isinya bisa berupa:

Advertisement


📂 file yang diubah

🧪 hasil testing

📋 rencana tugas

Advertisement

📸 screenshot

📝 penjelasan keputusan


Jadi kita tetap bisa review dan cek alurnya, nggak cuma “percaya aja”.

Advertisement


Mendukung banyak model AI #


Menariknya, Antigravity nggak cuma jalan di model milik Google. Dia juga bisa pake model lain seperti:

  • Gemini
  • Claude
  • model open-source

Ini bikin ekosistemnya lebih fleksibel dan nggak “ngunci” developer dalam satu vendor.

Advertisement


Apa artinya buat dunia developer? #


Antigravity bisa menggeser fokus developer dari:


Advertisement

❌ nulis kode manual

ke

✅ menyusun strategi dan arsitektur


Advertisement

Hal-hal yang repetitif jadi berkurang, sementara hal-hal kreatif dan konseptual jadi lebih penting.


Ini bukan AI yang “ngambil kerjaan programmer”, tapi AI yang bikin role programmer berubah.


Advertisement

Kesimpulan #


Antigravity IDE bukan hanya sekadar fitur baru, melainkan sinyal bahwa dunia software development sedang bergerak ke arah yang berbeda. Perlu diingat, Antigravity bukan hadir untuk menggantikan peran programmer, tetapi mengubah cara kita membangun software. Konsep, arsitektur, tech stack, dan pattern coding tetap harus dipahami. Tanpa dasar tersebut, penggunaan AI hanya akan membuat prosesnya mandek — karena pada akhirnya, AI pun membutuhkan konteks dari orang yang benar-benar memahami apa yang sedang dibangun.

Tentang Penulis

Prasetya Hadi Saputra

Prasetya Hadi Saputra

Penulis di Kodify

Penulis artikel di Kodify. Berbagi wawasan tentang teknologi, pengembangan, dan inovasi digital.

Kodify Logo

PT Kodify Teknologi Berkarya adalah partner digital Anda dalam membangun software kustom, desain UI/UX yang memikat, dan solusi cloud yang handal.

Berita Terbaru

Berlangganan newsletter kami untuk update terbaru.

© 2026 PT Kodify Teknologi Berkarya